Centre for Socius Design
eksperimen menuju arsitektur yang memitrakan
Teleconference Studio: Biosensing & Architecture
Categories: News from Us

Jurusan Arsitektur khususnya Pusat Studi Center for Socius Design (CSD) dalam rangka mengembangkan wawasan mahasiswa Arsitektur telah melakukan studio yang diperkaya dengan kuliah dari Prof. Marc Boehlen, RealTEchSupport yang berafiliasi pula di State University of New York melalui teleconference. Seluruh kegiatan ini dipandu oleh pembimbing kelas Studio Perancangan Arsitektur 7 Dr. Ing. Ilya F. Maharika, IAI dan Dr. Wiryono Raharjo. Kegiatan ini telah berlangsung selama beberapa minggu yang bertemakan “Biosensing and Architecture”. Kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari Studio Perancangan Arsitektur 7 yang sedang mengembangkan Tuksono Techno-Uni-Park melalui cara pandang berbasis integrasi ruang nyata dengan teknologi informasi / dunia digital yang menjadi ciri pendekatan CSD. Para peserta studio ini merupakan bagian dari Project SiReBi yang merupakan kerjasama antara Jurusan Arsitektur dengan RealTechSupport yang merupakan proyek eksploratif Prof. Marc Boehlen. Dalam projek itu mahasiswa  mendapatkan materi langsung dari Prof. Boehlen dalam bentuk tele-conference dan kemudian workshop merancang yang akan dipublikasikan dalam web Project SiReBi . Kegiatan pertama diawali dengan tema Introduction on Biosensing (7 Oktober 2011), dilanjutkan dengan “Big Data and Environment (13 Oktober 2011), dan “Participatory Systems + Wearable Computing” pada minggu berikutnya (20 Oktober: 2011). Setelah jeda sejenak untuk ujian tengah semester, teleconference dimulai lagi dengan tema “Public Health + Privacy” yang baru saja dilangsungkan.

Beberapa mahasiswa mengatakan, Amin Ridho misalnya, bahwa materi yang disampaikan “cukup berat” untuk dipahami apalagi disampaikan dengan bahasa Inggris. Materi juga sangat luas dan mendalam dengan banyak referensi yang “cukup berbeda kedalamannya” dengan kuliah biasa yang mereka terima. Namun demikian mereka juga menganggap sangat  bermanfaat karena memberi wawasan yang sangat luas dan mendalam tersebut. Dalam konteks pemahaman materi yang disampaikan dengan Bahasa Inggris tersebut, salah seorang dari mereka, Arini misalnya mengatakan bahwa mereka masih diperlukan kehadiran dosen untuk menerangkan kembali materi yang dikuliahkan dengan teleconference tersebut dengan Bahasa Indonesia untuk mengkonfirmasi pemahaman dan memperjelas materi yang disampaikan.

Teleconference ini masih akan dilanjutkan dengan diskusi umum di tanggal 18 November 2011, diskusi ide desain (25 November) dan diakhiri dengan posting ide rancangan ke blog SiReBi tanggal 14 Desember 2011.

Leave a Reply