Centre for Socius Design
eksperimen menuju arsitektur yang memitrakan
Micro Public Places: Creative Park
Categories: Experimental Design

“Creative Park (Taman Kreatif): Eksperimen Konsep Micro Public Places untuk Stimuli Kreatifitas Masyarakat Desa Gabusan“. Final Project (4th year) Annisa Octaviani (06 512 102). Supervised by Dr.-Ing. Ilya Maharika. Year 2010.

Tugas Akhir Annisa Octaviani (06 512 102) yang berjudul “Creative Park (Taman Kreatif): Eksperimen Konsep Micro Public Places untuk Stimuli Kreatifitas Masyarakat Desa Gabusan” ini mampu menunjukkan sebuah respon arsitektural yang baru bagaimana teknologi informasi menjadi salah satu komponen untuk menyelesaikan persoalan nyata. Saya sebagai pembimbing sangat merekomendasikan karya ini sebagai bacaan untuk penyusunan tugas-tugas akhir selanjutnya.

Melalui tugas akhir ini Annisa mampu mengakutualisasi teori Micro Public Places (MPP) – sebuah state of the art bagi integrasi antara ruang digital dan ruang nyata – menjadi terealisasi dalam disain. Konsep MPP yang dikemukakan oleh Profesor Hans Frei (promotor pembimbing) dan kolega pembimbing Marc Boehlen mampu membawa Annisa pada salah satu interpretasi arsitektur terhadap persoalan nyata masyarakat di satu sisi dan menjadi jawaban bagi kesalahkaprahan taman tematik (theme park) di sisi lain. Annisa mengkritik taman tematik sebagai produk global yang tidak ada akar geografisnya sehingga berpotensi sekedar menjadi komodifikasi ruang tanpa ada sumbangsih nilai sosial lainnya di mata masyarakat. Dengan Creative Park ini Annisa memberikan alternatif bahwa arsitektur yang bersimbiosis dengan pengembangan teknologi informasi mungkin menjadi salah satu jawaban terhadap persoalan itu. MPP yang dibangun lantas menjadi sebuah instrumen teknologi informasi dan taman tematik yang “sangat lokal”.

Kekurangan yang tampak adalah pada perancangan yang tampak belum mengeksplorasi kondisi tapak dengan cukup berani. Tambahan lagi, walau memang konsep MPP harus dikembangkan sebagi suatu fasilitas yang sederhana, namun konpleksitas perannya seharusnya bisa tetap dihadirkan dalam disain secara komprehensif sebagai konsekuensi dari jalinan antara bangunan lama dan intervensi arsitektural yang dilakukan. Namun demikian kekurangan ini tidak mengurangi nilai tambah yang sudah ditunjukkan oleh Annisa melalui karya akhirnya ini.

Leave a Reply