Centre for Socius Design
eksperimen menuju arsitektur yang memitrakan
Kampung Tumpuk: Eksperimen Pemadatan Kampung Badran
Categories: News from Us

Multi Layer Kampung: Studi Pemadatan Permukiman Kampung Kota di Yogyakarta dengan Studi Kasus Kampung Badran (Compaction Study Of Kampung Kota Settlement In Yogyakarta with Case Study of Kampung Badran) Final Project by R. Handaru Respati, supervised by Dr. Ing. Ilya F. Maharika, Year: 2010.

Dalam tugas akhir ini penulis merancang kembali kampung Badran sebagai area studi kasus, agar mampu mengatasi salah satu permasalahan urban yaitu keterbatasan lahan. kampung ini juga akan tetap mempertahankan komunikasi sosial antar warganya seperti halnya kehidupan kampong kota. Penulis melakukan metode partisipatory design. metode mendesign bersama masyarakat, masyarakat yang menjadi penghuni kawasan ini, bukan lagi menjadi obyek namun menjadi subyek yang turut menentukan seperti apakah kawasan ini direncanakan. Perancangan kampung tersebut didapatkan sebuah konsep pemadatan lahan yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat sekitar. Yaitu berupa Multi Layer Kampung.

Multi layer kampung adalah sebuah konsep yang penulis pakai untuk menanggulangi permasalahan berkurangnya komunikasi antar masyarakat ketika kampung tumbuh secara vertikal. Kampung tersebut akan terdiri dari beberapa bangunan vertikal. Konsep bangunan vertikal dipilih agar dapat mengoptimalkan lahan yang ada. Dengan konsep aturan WakafRuangPublik (ide dari Pembimbing) penulis mendesign sebuah bangunan vertikal yang memiliki ruang publik pada ruangannya.

Untuk mengatasi kurangnya komunikasi para penghuni kawasan tersebut, hunian hunian vertikal itu memiliki beberapa layer penghubung antara hunian satu dengan yang lain. Layer penghubung tersebut difungsikan sebagai ruang untuk berinteraksi seperti halnya yang terjadi pada sebuah kampung dan pemukiman urban. Bentuk layer tersebut merupakan transformasi dari sebuah lingkungan kampung yang memiliki beberapa level ketinggian yang berbeda.

Struktur jembatan jembatan tersebut terbuat dari rangka baja agar terkesan tidak masif dan tidak kaku. Pengaplikasian struktur baja juga lebih mudah.


1 Comment to “Kampung Tumpuk: Eksperimen Pemadatan Kampung Badran”

  1. setting bangunan yang seperti rusunawa membuatnya lebih mungil namun dengan hiasan jalan2 yang berliku – liku membuat lebih dinamis terhadap pergerakan orang – orang didalamnya…. mm itu pake program apa ya? klo ada ide reply di kunto-ardianto.web.id

Leave a Reply