Centre for Socius Design
eksperimen menuju arsitektur yang memitrakan

Sub tema ini berfokus pada usaha memahami kondisi “proto urban”[1]. Istilah ini dibuat untuk menunjuk pada dua hal: (1) lingkungan binaan yang belum jadi kota dan (2) lingkungan binaan yang telah menjadi “bentuk generik” karakter kota. Kota tepian sungai, kampung kota, gejala sprawl di pinggiran kota, blok-blok bangunan yang menciptakan “ruang kosong” adalah bentuk-bentuk generik [...]

Paling sering, informalitas dianggap sebagai antitesis dari yang formal. Namun konsep ini bisa sangat menyesatkan. Aligh-alih, dalam tema ini, informalitas tidak dimaknai seperti itu akan tetapi sebagai “mode of urbanization” sebuah model pengkotaan, sebuah sistem norma yang mengatur perkembangan kota itu sendiri (Roy & AlSayyad, 2004). Dengan demikian, arsitek ditantang untuk memahami norma itu (yang [...]

Untuk masyarakat Indonesia yang “berbasis hidup di muka tanah”, permasalahan yang sering diklaim oleh para sosiologis dan behaviorist adalah kehidupan vertikal akan menceraiberaikan relasi sosial. Bagaimana sebenarnya relasi sosial yang terjadi di kehidupan permukiman vertikal? Apakah muncul bentuk relasi yang berbeda dengan mereka yang berdempetan secara horisontal? Apakah masih diperlukan relasi semacam kehidupan horisontal di [...]

Paling sering, projek arsitektur dimulai dari “kertas kosong” atau tapak yang dianggap kosong. Lantas bagaimana jika rancangan memang dimulai dari konsep untuk retrofit – menyelipkan sebuah (fungsi) tambahan di bangunan yang sudah ada sebelumnya? Bagaimana arsitek harus beadaptasi bila sebuah dormitory diselipkan di kampus atau mall? atau memasukkan pasar K5 untuk museum atau pabrik? Saat [...]