Centre for Socius Design
eksperimen menuju arsitektur yang memitrakan
Categories: Research | Add a Comment

Environmental audit, evaluation and rating systems have become a widely accepted way of improving urban environment through giving standard of quality. Standards such as Housing Quality Indicators (HQI) or BRE’s Environmental Assessment Method (BREAAM) in UK, ‘green’ indicators such as Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) in the USA or GREENSHIP in Indonesia have [...]

Categories: Research | Add a Comment

Studi komparasi persepsi keamanan antara permukiman berpagar, kampung kota dan permukiman campuran
Comparative study on perception of safety: gated communities, urban kampung and mixed neighborhood

Principal Investigator: Dr. Ing. Ilya Maharika, IAI

Penelitian ini berusaha memahami relasi antara keamanan dengan pola spasial permukiman di perkotaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perkembangan permukiman berpagar (gated settlement): sebuah kompleks perumahan atau [...]

Sub tema ini berfokus pada usaha memahami kondisi “proto urban”[1]. Istilah ini dibuat untuk menunjuk pada dua hal: (1) lingkungan binaan yang belum jadi kota dan (2) lingkungan binaan yang telah menjadi “bentuk generik” karakter kota. Kota tepian sungai, kampung kota, gejala sprawl di pinggiran kota, blok-blok bangunan yang menciptakan “ruang kosong” adalah bentuk-bentuk generik [...]

Paling sering, informalitas dianggap sebagai antitesis dari yang formal. Namun konsep ini bisa sangat menyesatkan. Aligh-alih, dalam tema ini, informalitas tidak dimaknai seperti itu akan tetapi sebagai “mode of urbanization” sebuah model pengkotaan, sebuah sistem norma yang mengatur perkembangan kota itu sendiri (Roy & AlSayyad, 2004). Dengan demikian, arsitek ditantang untuk memahami norma itu (yang [...]

Untuk masyarakat Indonesia yang “berbasis hidup di muka tanah”, permasalahan yang sering diklaim oleh para sosiologis dan behaviorist adalah kehidupan vertikal akan menceraiberaikan relasi sosial. Bagaimana sebenarnya relasi sosial yang terjadi di kehidupan permukiman vertikal? Apakah muncul bentuk relasi yang berbeda dengan mereka yang berdempetan secara horisontal? Apakah masih diperlukan relasi semacam kehidupan horisontal di [...]

Paling sering, projek arsitektur dimulai dari “kertas kosong” atau tapak yang dianggap kosong. Lantas bagaimana jika rancangan memang dimulai dari konsep untuk retrofit – menyelipkan sebuah (fungsi) tambahan di bangunan yang sudah ada sebelumnya? Bagaimana arsitek harus beadaptasi bila sebuah dormitory diselipkan di kampus atau mall? atau memasukkan pasar K5 untuk museum atau pabrik? Saat [...]